Rabu, 05 November 2014

Soto sulung Tugu





Adalah Soto Sulung Stasiun Tugu yang membawa keistimewaan soto sulung dari Madura ke Yogyakarta. Warung soto yang didirikan sejak tahun 1968 oleh Bapak (alm.) Marjuddin, kini sudah memiliki beberapa cabang yang tersebar di penjuru Yogyakarta. Warung yang berlokasi di kios area parkir selatan Stasiun Tugu kini menjadi salah satu ikon kuliner di Yogyakarta dan selalu menjadi buruan bagi pecinta kuliner. Warung soto ini bisa dimasukkan dalam kategori soto legenda. Karena merupakan warung soto Madura pertama di Jogja.
Bentuk warungnya sebenarnya sangat sederhana, tidak terlalu luas dan hanya berupa kios sederhana dengan bangku dan meja yang terbuat dari kayu. Namun jangan salah, banyak orang menganggap inilah soto sulung yang paling enak rasanya se Jogja. Sudah banyak yang menjadi pelanggan soto sulung ini.  Mereka memberi kesaksian jika rasa sotonya paling nyamleng seantero Jogja. apalagi soto ini dipermanis dengan potongan telur rebus yang membuat isiannya makin yahut.
Konon bentuk warungnya tidak mengalami banyak perubahan dari dulu sampai sekarang. Ada gerobak gendok yang  disediakan untuk meracik soto. Di warung soto ini anda dapat memesan 2  jenis soto, yaitu soto campur yang berisi jeroan daging sapi atau soto daging yang berisi potongan daging-daging sapi tanpa lemak. Pengunjung juga dapat memesan apakah soto ingin ditambah dengan telur rebus ataukah tidak.
“Kalau saya suka yang pakai telur. Lebih terasa Maduranya...”kata salah satu pengunjung bernama Wahyo yang sejak dulu menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk makan siang di sana.
Rasa soto ini sungguh kuat dan berkarakter. Daging dan jeroannya empuk. Kuah soto yang pekat dan aromanya membuat lidah tidak ingin berhenti menyantap. Dagingnya yang empuk dan tidak amis lalu dicampur dengan jeruk nipis, kecap, dan sambal semakin mengoyak mulut. . Yang unik dari sini adalah penyajian nasinya. Nasinya tidak dihidangkan sekaligus dengan sotonya, nasi disini dibungkus kecil-kecil dan sudah tersaji di meja pengunjung. Dan kita bisa menambah nasi semau kita. Harga soto sulung campur ialah Rp.8.000,- dan soto sulung daging Rp. 12.000,-. Jika hendak mencicipi, warung ini buka jam 9 pagi sampai jam 9 malam.

Rabu, 15 Oktober 2014

Ada Salmon gulung di café hutan Tropis Forest




 Dengan arsitektur yang berbeda, para penikmat kuliner pun akan menikmati suasana santap menyantap yang berbeda. Forest Kitchen and Gelato yang mengusung konsep bangunan Eropa dan Asia ini, secara khusus menyajikan menu-menu Chinese Food, European Food, dan Gelato yang lebih bervariasi. Di sini, pengunjung tidak hanya bisa menikmati makanan, tetapi juga suasana yang berbeda. Karena menggabungkan unsur Eropa, Asia, dan tropic forest lounge.
Apalagi di dalamnya disajikan menu-menu favorit yang beragam, mulai dari appetizer atau makanan pembuka seperti selada bangkok, main course atau makanan utama seperti sup hisit kepiting, kuah juanlo kombinasi, sajian seafood macam udang, dan lainnya. Ada juga ikan kakap, ikan gurameh, burung dara, swikee, hingga yang tidak kalah terkenal yakni bebek peking dan salmon gulung. Sayur-sayuran yang disajikan juga komplit dan disajikan panas atau hot plate seperti kailan, brokoli, dan kangkung, ada semua. Bahkan, bakmi dan nasi goreng. Begitu juga gelato dan sorbetnya. Untuk harga, memang lumayan agak mahal. Namun suasana dan rasa cukup mengobati. Untuk main course seperti salmon gulung dan bebek peking dihargai Rp.160.000,00. Itu paling mahal di antara main course yang ada. Minumannya pun beragam harganya. Antara Rp.10.000,- hingga Rp.50.000,00.
“Barusan aku pesen salmon gulung sama jus jambu. Salmonnya nih bener-bener seger, lembut dan enak banget. Trus Juice jambunya cukup kental dan disajikan dengan gula terpisah, rasanya segar dan sehat tentunya,” kata Fang-fang yang kebetulan sedang menyantap di resto tersebut.
Suasana yang dapat menambah kenikmatan bersantap. Forest mendesain interior di lantai satu bernuansa formal, untuk keluarga, atau bisa untuk small meeting. Sedang di lantai dua, nuansa lebih santai dan minimalis. Dan di lantai tiga, dihadirkan nuansa hutan tropis. Tertarik mencoba salmon gulung bernuansa hutan tropis? Silakan datang ke Forest Kitchen Gelato yang berada di Jalan Laksda Adi Sucipto Nomor 46 Yogyakarta.

Selasa, 30 September 2014

Menyeruput Capuccino Bersama John Lennon




Apa yang ada di pikiran ketika mendengar nama  John Lennon dan McCartney . The Beatles. The Beatles adalah kelompok pemusik Inggris beraliran rock, dibentuk di Liverpool pada tahun 1960, seringkali dianggap sebagai pemusik tersukses secara komersial dan paling banyak mendapat pujian dalam musik popular. Bahkan pernah ada kutipan “We’re more popular than Jesus”. Perkataan milik Lennon tersebut mampu menaikkan popularitas band jenius tersebut ke dunia. 




Bagi penggemar Beatles, Yogyakarta kini punya icon kuliner yang asik dan unik. CafĂ© bernuansa Beatles dalam arsitektur musik british yang kental. Berkonsep open kitchen, menu yang disuguhkan pun bermacam-macam. Mulai dari menu unggulan roasted chicken, ada juga pasta roasted, pizza roasted, sausage roasted, sampai rice roasted semuanya serba roasted. Menu minumannya pun tak kalah menarik. Didatangkan citarasa kopi illy dari Negara Italy, cafĂ© ini mampu menggaet pelanggan yang mempunyai selera kopi yang tinggi. Capuccino menjadi pilihan. Komposisi espresso dan susu yang tepat membuat mulut ingin menyeruput lebih sering lagi. Ditambah zupa soup dan roasted pasta yang dipesan, menambah suasana seolah berada di 58 Redchurch Street, London. 




Jika ingin menikmati kuliner Beatles, datang saja ke Mister Burger Kofisyop yang kebetulan  merupakan tempat nongkrong baru di Jogja. Tempat ini hadir dalam rupa anak muda dibalut kemewahan rasa. Mister Burger Kofisyop terletak di Mister Burger Jl. Jendral Sudirman Lantai dua.

Senin, 30 September 2013

Plecing Kangkung






Dari namanya saja bisa ditebak jika makanan ini bukan dari bahasa jawa. Plecing kangkung berasal dari Lombok. Hidangan khas Lombok ini bertekstur seperti urap atau pecel dengan bahan utama sayuran rebus, bedanya ada pada bumbu. Jika pecel memiliki bumbu kacang, maka plecing kangkung hanya disiram sambal cabai merah yang dibumbui.
Destinasi lesehan dengan menu penyetan telah membuktikan kalau makanan murah meriah, merakyat ini banyak memiliki penggemar. Bagaimana tidak, menu makan mudah dan praktis yang terdiri dari ayam, bebek, ikan lele, ikan nila, ikan bawal, tahu, tempe, telur dadar baik goreng maupun bakar ini hampir bisa dinikmati oleh semua kalangan baik anak-anak maupun dewasa. Dilengkapi dengan sepiring nasi putih hangat plus sambal bawang, terasi atau sambal tomat. Kapanpun memakannya, baik siang atau malam tetaplah nikmat jika santapannya berupa menu penyetan seperti ini. Salah satu tempat makan menu penyetan yang harus anda singgahi adalah Plecing Kangkung yang terletak di kawasan Baciro.
Tempat nyaman dengan pilihan duduk dengan meja kursi atau lesehan bisa dipilih sesuai selera. Di salah satu sudut  dindingnya,  terpahat beberapa poster dengan kata-kata mutiara inspiratif tentang cinta. Hal tersebut memberi nilai unik tersendiri yang memiliki pengalaman tentang percintaan. Banyak pilihan tersaji sebagai lauknya. Di antaranya ayam negeri maupun ayam kampung , bebek, ikan-ikanan, tempe, tahu, bahkan petai. Yang pasti anda harus memesan Plecing Kangkungnya. Sayuran yang terdiri dari kangkung, tauge, dan butiran kacang ini dijamin akan menambah nafsu makan anda, harganya Rp. 3500,- saja. Santap plecing kangkung bersama tempe dan tahu baluran. Jika berminat, bisa mengunjungi rumah makan Pelecing Kangkung yang buka setiap hari mulai pukul 16.00 WIB. Kalau dari jembatan lempuyangan, anda ke arah Pom Bensin Baciro, jalan terus ke arah timur, tidak begitu jauh dari Pom Bensin kurang lebih 300 m tepat sebelah kiri jalan anda akan menemukan tempat ini dengan spanduk Plecing Kangkung, area parkirnya yang minimalis pun kerap penuh, pokoknya tidak akan sulit menemukan tempat makan sederhana ini.


Senin, 16 September 2013

Gurami Salad Mangga


  Berjalan-jalan di kota Yogyakarta kini tengah dipenuhi dengan resto-resto ataupun pondok-pondok makan terkenal. Salah satunya adalah Pondok Makan Pelem Golek. Istilah Pelem Golek berasal dari kata pelem yang dalam bahasa Jawa berarti mangga, dan golek yang merupakan salah satu jenis mangga. Pondok ini dinamai dengan Pelem golek karena terinspirasi dari pohon mangga golek yang berada di pelataran parkir pondok makan. Karena buahnya yang sangat rimbun dan sangat manis, maka nama inipun diabadikan menjadi nama Pondok Makan Pelem Golek. Dengan harapan usaha Pondok Makan Pelem Golek ini akan serimbun dan semarak.

  Pondok Makan Pelem Golek didirikan pertama kali di Jalan Kaliurang Km 6,5 A10, Kentungan Yogyakarta pada tanggal 27 Januari 2006. Seiring dengan perkembangan dan tuntutan konsumen yang makin meningkat, maka pada tanggal 10 Mei 2008 Pelem Golek memutuskan untuk pindah ke lokasi yang lebih luas dan suasana yang lebih nyaman, yaitu di Jl. Palagan Tentara Pelajar km 7 no. 99 ( depan Hotel Hyatt ). 

   Di lokasi yang baru, Pelem Golek menyediakan halaman parkir yang luas, kapasitas tempat duduk mencapai 450 orang. Dengan suasana hutan alami dan gemericik air terjun dan kicau burung, pengunjung akan benar-benar merasakan suasana yang berbeda. Nyaman, indah, dan asri. Suasana restoran yang terletak di depan Hotel Hyatt  Yogyakarta ini memang tiada duanya. Dengan konsep hutan alam, sambil bersantap kita bisa menikmati suara kicau burung dan gemericik air terjun yang menyegarkan. Rasanya seperti benar-benar berada di hutan.


  Beberapa menu andalan yang wajib dicoba adalah Gurami Salad Mangga, Gurami Menari, Ikan Males Tim, Gurami Tabur Permata, Brokoli Puteri Salju dan Sapi Mongolia. Semua menu hasil kreasi chef andal Pondok Makan Pelem Golek pastinya tidak akan
pengunjung temui di tempat lain. Tidak hanya makanannya yang spesial, nasi yang digunakan di sini adalah nasi dari beras organik yang lebih enak dan lebih sehat. Suasana restoran yang kental dengan ornamen Jawa yang kental dan kapasitas restoran yang mencapai 300 orang membuat tempat ini cocok untuk menggelar acara penting seperti resepsi pernikahan, wisuda, gathering, atau arisan